Minggu, 24 April 2011

Never Let Go Of Hope

Never Let Go Of Hope

One day you will see that it all has finally come together.

What you have always wished for has finally come to be.
...
You will look back and laugh at what has passed and you will ask yourself,
"How did I get through all of that?"

Just never let go of hope.

Just never quit dreaming.

And never let love depart from your life.

~ Jancarl Campi ~

Jumat, 22 April 2011

Battle (1)

"The worst battle is one happens between our mind and our heart." #Damn, it's true#

DIAM-WHY-ME??
Yahhh.. hal yang sama tetap berulang.. sampai saat itu aku tidak bisa bertahan lagi.. Mungkin aku lagi "waktu"-nya... I just exploded... I left him alone and ever since that time, I talked less to him.. I was really angry to him... Mungkin aku yang mencari gara2... biasanya mereka juga bonceng bersama, dan aku OK2 saja, tetapi saat itu aku benar2 tidak bisa menerima hal itu.. Aku tidak bisa fokus pada latihan kor yang sedang kuikuti... I couldn't hardly breathe.. paru2ku seperti tersumbat, dan suaraku hilang di tenggorokan... I couldn't sing. Semua pikiran negatif berputar2 di kepalaku. Kalau bisa, aku pingin menghilang saja, jadi ku tak perlu bertahan sok cool. Is that what you call as "jealousy"?? Tin2 said "YES".


DIAM-WHY-ME??
Setelah kutelusuri... aku menemukan kenapa boncengan mereka berdua kali ini benar2 menusukku.. Why selalu membuat status di YM yang membuat orang berpikir apa yang sedang terjadi?? Apa maksud kata2 ini?? Kata2 ini ditujukan pada siapa? Semula memang aku dan temanku hanya menganggap statusnya hanyalah sebuah "status" saja, tetapi seiring dengan berjalannya waktu, status YM nya sudah seperti buku hariannya... ( Gilanya, aku dan temanku sama2 mengikuti itu... heehehe.. ) Sebelumnya, aku biasa berhubungan dengan DIAM melalui YM---bila kuperhatikan, sejak status Why yang ajaib2 itu, YM DIAM akhir2 ini selalu OFF. Tahu apa yang terlintas di pikiranku?? Mungkin DIAM hendak menghindari Why.

DIAM-WHY-ME??
Ternyata semua dugaanku salah, Why muncul boncengan dengan DIAM. I don't have any right to be angry, but honestly that hurts. Aku merasa dibohongi--di bagian mana?? In your eyes, I am not that special, just an ordinary friend.. I thought you are there for me, but maybe you are never really there.. Maybe you are only there in my dreamland...

If you keep having to figure out where you stand with someone, maybe it's time to start walking instead. --AnnabelLee_xo--

Written on 28th of April, 2011, 00.11 a.m.

Selasa, 19 April 2011

My Buddy

Hallow... hallow.. wahahahaha...
PoO? kumat ya gilane ngguyu2 dewe??

Yeah, jujur hari niew tu, aku up n down kayak rollercoaster wes... Down karena kecewa udah ngerancang2 sesuatu, ee... ternyata hanya bgitu tok... aku ketinggalan kereta…really disappointed.. Sebenere kalo dipikir lagi, kecewaku lebay juga rasanya... But, honestly I felt that way this afternoon..
Nah, di tengah kekecewaanku, sohibku, Tin2 sms. Di kantor ku ada fasilitas sms antar komputer... Tin2 bertanya sesuatu ke aku lewat sms, lha karena lagi agak depresi, usilku meningkat drastis... Jawabanku atas smsnya: "Maaf saat ini sedang ada gangguan pada sistem borgchat kami. Sms yang anda kirim belum terkirim, silahkan coba beberapa saat lagi."
Tin2 tidak langsung membalas smsku... Ya, aku berpikir, mungkin dia memang lagi sibuk akhir2 ni karena baru pindah bagian.. Gak lama, dia sms lagi: "Ceee??" Aku berpikir-pikir. Naluri jahilku langsung muncul. Aku mengirim sms itu lagi, "Maaf saat ini sedang ada gangguan pada sistem borgchat kami. Sms yang anda kirim belum terkirim, silahkan coba beberapa saat lagi."
Tahu apa yang Tin2 buat sesudahnya? Dia me restart borgchat nya. Memang borgchat Tin2 sering error, sering tahu2 ke sign out sendiri.. Aku melihat nya sign out, terus sign in lagi. Aku sudah membaca pikirannya, tapi juga kudu ngguyu kenapa dia bisa berpikir klo borgchat nya error gara2 smsku?? Parnok sendiri, hehehehe…
“Ce, smsku hang… Jadi sms e ada seng masuk juga ada seng ga masuk. Awale ga papa, trus ga lama sesudah sms cece, borgchat ku hang...”
Aku memegangi perutku…
“Kok tau kamu nek sms e ada seng masuk n ada seng ga masuk?? Ni kan bukan seperti di HP yang ada report e?”
“Yah, Ce, tadi aku terima tulisan: maaf apa gtu... ini belum terkirim...Apa cece juga terima sms yang sama??”
Wakakakakkk... ( Jangan ngguyu2 dewe, ni di kantor, ntar kamu jd kaya orgil... Pikiranku mengingatkanku... ).
”Lho, sek, Tin, smsmu tu siapa pengiirim e?”
”Aku ga perhati in, Ce. Tadi sudah ke closed.”
(Nah tu, salahmu sendiri ga perhatiin, jadine tidak nyadar nek dikerjain..hihihihi..)
“Ce, tadi aku sampe ditanyai Danny, kenapa dengan borgchatmu, Ce? Hang lagi ta? Ya, takjawab, keluar pernyataan maaf, sistem sedang error gtu... Danny sampai nawari ntar komputerku mau diperiksai n dibeneri lagi...”
Perut kaku, pipi juga kaku.. OMG... hahahaha.. Keusilanku sampai buat bingung orang EDP.. wahahahhaha...
”Tin, sms yang kamu terima pakai bahasa apa?? Indonesia atau Inggris??”
Serasa ada tenggang waktu sebelum Tin2 menjawab... ”Pakai bahasa Indo. Jangan2.. Ni ulah e cece ya?”
Aku langsung ketawa.. Hahaha.. ngakak gak bisa berhenti...Wakakakkakk.. Sampai kabagku memandangku dg heran dan ada seorang teman kerjaku bertanya kenapa?? Aku baru menahan ketawaku.. Hihihi...
Di tengah2 aku ketawa, baru aku nyadar... waduw aku bukan tipe pegawai yang baek ya?? Temanku bisa ga perhatian dengan pengirimnya, bisa ga perhatian dengan bahasanya, pasti karena dia konsen ke kerjaannya, gtu dia malah takgodain.. Aku merasa bersalah.. hahaa...
”Ya, kamu pinter, Tin. Hahahaha... Wes, Tin, kerjao...”

Kamis, 14 April 2011

P I L A R

If one person really wants us, everyone does. But, if we’re alone, we become even more alone. Life is strange.
“Have you ever heard of the book called the I Ching?” I asked her.
“No, I haven’t.”
“It says that a city can be moved but not a well. It’s around the well that lovers find each other, satisfy their thirst, build homes, and raise their children. But if one of them decides to leave, the well cannot go with them. Love remains there, abandoned – even though it is filled with the same pure water as before.”

Love is always new. Regardless of whether we love once, twice or a dozen times in our life, we always face a brand-new situation.

Love can consign us to hell or to paradise, but it always takes us somewhere. We simply have to accept it, because it is what nourishes our existence. If we reject it, we die of hunger, because we lack courage to stretch out a hand and pluck the fruit from the branches of the tree of life.
We have to take love where we find it, even if it means hours, days, weeks of disappointments and sadness.

“You shouldn’t have asked,” I said. “Love doesn’t ask many questions, because if we stop to think we become fearful. It’s an inexplicable fear; it’s difficult even to describe it. Maybe it’s the fear of being scorned, of not being accepted, or of breaking the spell. It’s ridiculous, but that’s the way it is. That’s why you don’t ask-you act. As you’ve said many times, you have to take risks.”

Wait. This was the first lesson I learned about love. The day drags along, you make thousands of plans, you imagine every possible conversation, you promise to change your behaviour in certain ways – and you feel more and more anxious until your loved one arrives.
But by then, you don’t know what to say. The hours of waiting have been transformed into tension, the tension has become fear, and the fear makes you embrassed about showing affection.

Love is like a trap. When it appears, we see only light, not its shadows.


Pilar is the main character of “By the river Piedra I sat down and wept”
Reposted from Paulo Coelho's blog

Glee-Firework

Minggu, 10 April 2011

"D*mn... I'm so cool...."

Hahahaha... tu status ym koncoku sing nuarsissssss.... sisss... sis.... Gak onok sing muji de e, trus de e muji2 awake dewe... Wakakakkkk... Aku nanya balik cool ap?? cool kas?? Dia mati2an ngomong ga mau dibilang kulkas... aku tetep maksa, hahaha...

Aku maksa ne bilang gni "cool kas" sing takbilang ini punya maksud apik... artine moga2 dapet uang halal sing akeh... Kok bisa?? Kalian sing baca bingung ya?? hehehe... Kas di sini kan artine uang, aku bilang "cool"-kas, bukan bener2 berarti uang dingin, tapi uang halal, bukan uang panas... klo uang panas kan didapet dengan cara gak bener. Rodo mekso emang... (Bener2 maksa tu----jangan2 kalian protes gni ya? hahaha..) Akhire dia pasrah... terima2 ae... =DDD

O ya, omong2 soal kas, aku punya sms lucu dari Papa Bear. Ini dia:
Pertapa: Berapa lamakah 1000 tahun bagiMu?
Tuhan : 1000 tahun bagimu = 1 detik bagiKu.
Pertapa: Berapa besarnya nilai US$100,000,000 bagiMu?
Tuhan : US$100,000,000 bagimu = 1 sen bagiKu.
Pertapa: Bolehkah aku minta 1 sen dariMu? ;)
Tuhan : Tentu saja boleh..
Pertapa: Asikk... Terima kasih, Tuhan!! =DDD
Tuhan : Baiklah, tunggu 1 detik yaaaaa....
Pertapa: .....

Tuhan bercanda dengan pertapa itu ya?? Tapi Tuhan tidak pernah berbohong... Pertapa itu dikerjai, diajak bermain kata-kata. Hehehe... Inti dari sms itu klise: "Segalanya indah pada waktuNya."

Aku jadi teringat email "Falsafah Kupu-kupu" yang kuterima dari Chief NW.
Ada seorang pemuda yang melihat seekor calon kupu2 yang hendak keluar dari kepompongnya. Pemuda ini iba melihat si kupu2 tampak begitu kesulitan dan lambat untuk dapat keluar dari kepompong itu. Akhirnya dia mengambil sebuah gunting dan menggunting kepompongnya sehingga kupu2 itu dapat keluar dari kepompongnya dengan mudah.
Namun, ada satu hal yang tidak disadari pemuda itu, kupu2 itu tidak dapat terbang, sayap2nya tidak berkembang dan tetap layu. Ternyata memang waktu yang lama dan kesulitan yang seharusnya dialami si calon kupu2 itu diperlukan, agar sayap sang kupu2 dapat dialiri cairan dari dalam tubuhnya dan dapat berkembang.

If something is not happening for you, it doesn't mean it's never going to happen. It means you're not ready for it.

God never promise that we won't meet a problem, but He promised that we are able to handle it.

Woi.. woi... kulkas, pertapa n kupu2 kok gak nyambung?? Nyambung kok, nyambung... Di kulkas n pertapa, kita boleh berharap dan meminta... Di cerita kupu2, jangan lupa berusaha dan percaya pada Tuhan bahwa Dia telah mengatur segalanya dan semuanya indah pada waktuNya...

O ya, aku pake judul itu knapa?? "D*mn... I'm so cool...." Papa Bear, sekarang aku udah lumayan pinter nulis ya?? I'm so cool in writing n combining ideas. Wakakakkakakk.... Gapapa, aku ikut2 temenku, muji diriku sendiri... hehehe... :p

"Option" vs Friend (2)

Hepi Sunday!!

Hai.. hai... ngerasa gak klo tulisanku yang sebelum ini belum selesai?? Sepertinya aku belum membahas tentang judul itu sama sekali malahan... hahahaha.... Yeah, I chose Friend... tapi, bener2 gak mudah prakteknya.

I said, "Who cares?" but my heart suddenly whispered, "You do, stupid!" #DamnItsTrue

"antara gengsi n penasaran... btanya gak ya??" #AgirlsDreamland

Aku sering ngalami seperti di atas. Klo bertanya kok terlalu ngurusi rasane.. klo ditahan kok yo cenut-cenut yo?? Tros piye? Akhirnya aku bertanya sih, jujur belum semua taktanyakan... 50%-50%...

Honestly, I myself don't understand my own feeling.. So, for the time being, I take this decision. "Life is too important to be taken too seriously." Aku pingin kenal lebih jauh, dan tidak berpikir atau berharap terlalu jauh.. SIP?? ;)

O ya, Papa Bear reminded me to find my soul mate as soon as possible.. I am not ready yet. The main reason for that is till now I haven't found my "brankas" yet.. (Brankas => puzzle of my heart)

If I am a password, U r the safe deposit box. Aku menanti, berdoa dan berharap, and last but most important, I trust U, God... No matter how old I am, I am just a child of God ALWAYS. :) :)

Selasa, 05 April 2011

"Option" vs Friend

Happy Sunday Morning, ALL! ;DD

The 1st youtube video is my silent wish deep in my heart.. Sometimes I really wished to post it in my FB wall, but my pride never allowed me doing it... God, I hope someday he will find out somehow...

2nd video?? wakakakakakkkk.... don't take this too seriously!!
Aku jadi inget quote e temenku: "Life is too important to be taken too seriously." Setuju gak?? ya, quote ni emang ga bisa diterapkan di semua bidang secara pukul rata.. tapi aku ngerti maksudnya temenku... Enjoy your life! that's the point!

Kamis, 31 Maret 2011

GLEE - Lucky



Lucky
Songwriters: Caillat, Colbie Marie; Fagen, Timothy James; Mraz, Jason Thomas

Do you hear me? I'm talking to you
Across the water across the deep blue ocean
Under the open sky, oh my, baby I'm trying

Boy I hear you in my dreams
I feel your whisper across the sea
I keep you with me in my heart
You make it easier when life gets hard

I'm lucky I'm in love with my best friend
Lucky to have been where I have been
Lucky to be coming home again
Ooh ooh ooh

They don't know how long it takes
Waiting for a love like this
Every time we say goodbye
I wish we had one more kiss
I'll wait for you I promise you, I will

I'm lucky I'm in love with my best friend
Lucky to have been where I have been
Lucky to be coming home again

Lucky we're in love in every way
Lucky to have stayed where we have stayed
Lucky to be coming home someday

And so I'm sailing through the sea
To an island where we'll meet
You'll hear the music fill the air
I'll put a flower in your hair

Though the breezes through trees
Move so pretty you're all I see
As the world keeps spinning 'round
You hold me right here, right now

I'm lucky I'm in love with my best friend
Lucky to have been where I have been
Lucky to be coming home again

I'm lucky we're in love in every way
Lucky to have stayed where we have stayed
Lucky to be coming home someday

Ooh ooh ooh
Ooh ooh ooh, ooh


"Be honest with myself and do things accordingly sincerely and cheerfully."
-Stephnie Alice-

Senin, 28 Maret 2011

Turun gunung... n Smile...

Hai, sudah lama ya aku gak menulis... Terakhir2 ini aku hanya mengepostkan artikel2 yang kutemui selama aku semedi... wakakaka... Aku bilang aku mau menceriakan blogku... aku sudah menemukan beberapa lelucon2 lucu... TATATARANGGGG.... ini dia....

Pertama,
Lucu – mangkel aku nek nang acara NIKAHAN
Bareng wong tuwek2 terus mesti wong tuwek2 iku takon “ KAPAN NYUSUL ??”
Aku lak isin sehh . .
Mangkane pas ono acara PEMAKAMAN
Aku gantian takok nang wong tuwek2 iku
“ KAPAN NYUSUL ??”
Malah aku ditapok
Wahhhh . . nakalannn . . =P

Kedua,
aku dibawah kau diatas,
kau mengangkang akupun senang,
kau mulai basah akupun tenang,
kau lemas aku jadi basah,
...oh...payungku...ternyata masih hujan...

Ketiga,
ada 3 orang gadis yang sedang memakan ice cream...
gadis 1 memakan ice cream dengan cara mengisap...
gadis 2 memakan ice cream dengan cara menjilat...
...gadis 3 memakan ice cream dengan cara mengigit...
dari antara 3 gadis ini, gadis manakah yg sudah menikah???

Keempat,
Seorang ayah lagi marah besar kepada anaknya yang tidak lulus ujian...
Ayah: Anak ini!! Bagaimana bisa kamu tidak lulus EBTANAS??
Anak: Tenang, aku hanya tidak lulus ujian, bukan tidak lulus tes DNA...
(Ckckckck... Arek cilik jaman saiki...)

Jawaban cerita ketiga: dilihat apakah di jari manisnya ada cincinnya atau tidak... wakakaka... jangan berpikir aneh2.. wahahaha...

Paling ngga kalian tersenyum saat membaca cerita ini...
"SMILE = Showing Miracles In Little Efforts." FB: Damn, it's true

Senin, 21 Maret 2011

M E N G A P A ? ? ?

"Jika kamu tidak menjadi seperti anak kecil- ": kalimat biblis ini tidak hanya berguna untuk Kerajaan Allah tetapi juga untuk hidup kita di dunia ini. Kita perlu menemukan indahnya masa kanak-kanak, dengan mata terbuka kepada sesuatu yang sepertinya biasa saja di mata orang dewasa; menjadi seperti anak-anak yang banyak kali ingin tahunya karena itu tak pernah lelah mengajukan pertanyaan.

MENGAPA?

Atau seorang penulis roman asal Perancis Honoré de Balzac mengatakan: "Kunci dari semua pengetahuan adalah pertanyaan." Penemuan besar pada umumnya mulai dengan pertanyaan : mengapa? Bagaiamana? Dan kebijaksanaan hidup mungkin terdapat dalam mempertanyakan apapun “mengapa".

Dewasa ini kita sering kali kurang bertanya diri apa makna dari sikap, tingkah laku, cara bertindak.

Jarang sekali kita bertanya mengenai MENGAPA saya bertindak semikian, MENGAPA saya marah bahkan tak terdengar lagi pertanyaan MENGAPA saya hidup?

Kalaupun bertanya, yang kita tanyakan adalah MEENGAPA DIA BEGITU? MENGAPA DIA MARAH? MENGAPA ORANG ITU? Kita punya keinginan yang kuat untuk mengetahui urusan orang lain, sibuk mencampuri urusan orang. Tanpa sadar kita menunjukkan kemampuan luar biasa untuk “mengurusi” diri orang dan tidak mampu mengurusi diri sendiri.

Rasanya pertanyaan MENGAPA SAYA BEGINI DAN BEGITU, (bukan mengapa dia begini atau begitu), menjadi titik berangkat yang baik untuk menemukan buah dari masa prapaskah.

by Hidup Baru on Monday, March 21, 2011 at 8:01am

"If you think you are too small to make a difference, try sleeping with a mosquito."
=Its the little thing that makes a BIG difference=
;) 100% DEAL!!

Minggu, 20 Maret 2011

Relationship and True Love

As long as I have the idea in my head “I have a relationship” or “I am in a relationship,” no matter with whom, I suffer. This I have learnt.

With the concept of “relationship” come expectations, memories of past relationships, and further personally and culturally conditioned mental concepts of what a “relationship” should be like. Then I would try to make reality conform to these concepts. And it never does. And again I suffer.

The fact of the matter is: there are no relationships. There is only the present moment, and in the moment there is only relating.

How we relate, or rather how well we love, depends on how empty we are of ideas, concepts and expectations.


Interview By Kim Eng, Written by: Viktor Egelund, January 19, 2011
Copyright September 2004

Rabu, 09 Maret 2011

The Porcupines and the solidarity

During the Ice Age many animals died because of the cold. Seeing this situation, the porcupines decided to group together, so they wrapped up well and protected one another.

But they hurt one another with their thorns, and so then they decided to stay apart from one another.

They started to freeze to death again.
So they had to make a choice: either they vanished from the face of the earth or they accepted their neighbor’s thorns.

They wisely decided to stay together again. They learned to live with the small wounds that a very close relationship could cause, because the most important thing was the warmth given by the other.

And in the end they survived.




By: Paulo Coelho, December 8, 2010

MONYET DI PUCUK POHON KELAPA

Sahabat, ada cerita seekor monyet sedang nangkring di pucuk pohon kelapa. Dia nggak sadar lagi diintip sama tiga angin gede.

Angin Topan, Tornado sama Bahorok. Tiga angin itu rupanya pada ngomongin, siapa yang bisa paling cepet jatuhin si monyet dari pohon kelapa.
Angin Topan bilang, dia cuma perlu waktu 45 detik.
Angin Tornado nggak mau kalah, 30 detik.
Angin Bahorok senyum ngeledek, 15 detik juga jatuh tuh monyet.

Akhirnya satu persatu ketiga angin itu maju.

Angin TOPAN duluan, dia tiup sekenceng-kencengny a, Wuuusss
Merasa ada angin gede datang, si monyet langsung megang batang pohon kelapa. Dia pegang sekuat-kuatmya. Beberapa menit lewat, nggak jatuh-jatuh tuh monyet. Angin Topan pun nyerah.

Giliran Angin TORNADO. Wuuusss¦ Wuuusss! Dia tiup sekenceng-kencengnya. Ngga jatuh juga tuh monyet. Angin Tornado nyerah.

Terakhir, Angin BAHOROK. Lebih kenceng lagi dia tiup. Wuuuss¦ Wuuuss! Wuuuss¦ Si monyet malah makin kenceng pegangannya. Nggak jatuh-jatuh. Ketiga angin gede itu akhirnya ngakuin, si monyet memang jagoan. Tangguh. Daya tahannya luar biasa.

Ngga lama, datang angin Sepoi-Sepoi. Dia bilang mau ikutan jatuhin si monyet. Diketawain sama tiga angin itu. Yang gede aja nggak bisa, apalagi yang kecil.
Nggak banyak omong, Angin SEPOI-SEPOI langsung niup ubun-ubun si monyet. Psssss¦ Enak banget. Adem.. Seger..¦ Riyep-riyep matanya si monyet. Nggak lama ketiduran dia. Lepas pegangannya. Jatuh deh tuh si monyet.

Sahabat, dari kisah diatas hikmah yang bisa kita ambil adalah:

Boleh jadi ketika kita diuji dengan KESUSAHAN, dicoba dengan Penderitaan,
didera Malapetaka.. .
Kita kuat, bahkan lebih kuat dari sebelumnya.. .

Tapi jika kita diuji dengan
MULUT MANIS...
KENIKMATAN...
KESENANGAN...
KELIMPAHAN...
jangan sampai kita terlena... Kita mesti tetap hati-hati...


Diadopsi dari Setitik Embun Inspirasi.

Selasa, 08 Maret 2011

S I N C E R E T Y

Ma, Lihat kueku
by Setitik Embun Inspirasi on Tuesday, March 8, 2011 at 6:50pm


Hari ini ulang tahun pernikahan papa dan mama. Sejak sore mereka pergi dan akan makan malam di luar. Aku ingin membuat kue tart dari resep yang kudapat di sebuah majalah. Setelah dua belas tahun, inilah pertama kalinya aku belajar membuat kue.

Aku akan mencoba membuat kue terbaik untuk kupersembahkan kepada papa dan mama di hari istimewa ini. Aku sudah membeli semua bahan yang diperlukan dan begitu mobil yang dikendarai apa dan mama keluar dari pagar rumah, aku segera berlari ke dapur untuk membuat kue.

Aku sangat sibuk dengan kueku sehingga tak terasa waktu berlalu begitu cepat. Hari sudah malam dan mungkin sebentar lagi papa dan mama akan pulang. Aku mengangkat kueku dari oven. Aku mencicipinya dan lapisan luarnya terasa agak pahit karena gosong.

Aku menarik nafas sambil memandang dapur yang berantakan. Blender dan mixer yang kotor, ada tepung yang bertaburan di lantai dan meja, ditambah lagi dengan mangkok-mangkok kotor yang belum sempat kubereskan, dan sebagainya.

Mana yang lebih dahulu harus kukerjakan, apakah menyelesaikan lapisan coklat di kueku atau membereskan dapur yang berantakan. Akhirnya aku memutuskan untuk menyelesaikan kueku. Ketika kueku selesai, aku mendengar suara mobil memasuki halaman rumah.

Aku segera mematikan lampu dan berharap ketika papa dan mama masuk ke dapur akan senang dengan kejutanku. Benar saja, papa dan mama berjalan berdampingan menuju dapur dan ketika mereka sampai di pintu, aku menyalakan lampu sambil berteriak, “SURPRISE …!”

Mereka tersenyum dan aku memeluk mereka sambil mengucapkan selamat atas pernikahan indah mereka. Namun beberapa saat kemudian raut wajah mama berubah dan mama menjadi marah. “Coba lihat, apa yang sudah kau perbuat di dapur ini sehingga sangat berantakan. Sudah berapa kali mama katakan kepadamu untuk segera merapihkan sendiri segala sesuatu yang sudah kau buat menjadi kacau”

“Tetapi Ma …”

Belum sempat aku menjelaskan semuanya, mama sudah berpaling berjalan menuju kamarnya sambil berkata, “Seharusnya mama mengawasimu merapikan semua ini sekarang juga, tetapi sekarang mama sedang kesal. Besok pagi mama mau semuanya sudah rapih.”

“Sayang, coba lihat ke meja itu,” kata papa mencoba meredakan amarah mama.

“Aku tahu bahwa meja itu juga sangat berantakan dan aku juga tidak akan tahan melihatnya,” kata mama sambil berjalan.

Aku dan papa hanya terdiam. Aku menangis dan memeluk papa sambil berkata, “Pa, bahkan mama tidak melirik sedikit pun ke kue itu.”

Papa membelai rambutku sambil berkata, “Sayang, banyak orang tua menderita penyakit situational timberculer glaucoba - ketidakmampuan melihat gambaran secara menyeluruh karena terpengaruh oleh hal-hal kecil, dan itu yang terjadi kepada mama. Besok setelah mama tahu kau membuat kue untuknya, hatinya pasti akan terharu.”

Kita seringkali gagal melihat motivasi baik yang terbungkus oleh suatu keadaan yang buruk. Situational timberculer glaucoba membutakan kita sehingga kita tidak bisa melihat bentuk cinta kasih atau penghargaan yang dipersiapkan oleh orang-orang yang kita kasihi. Ada seorang ibu yang mencubit anaknya hingga memar karena anaknya memecahkan dua buah piring yang akan dicucinya. Manakah yang lebih berharga, terbentuknya kerajinan anak atau harga dua buah piring yang pecah itu ?


Jangan lukai perasaan orang yang kita kasihi karena hal-hal yang kecil, telusuri motivasi awal mereka ketika melakukan suatu hal kemudian bimbing mereka untuk melakukannya dengan cara yang lebih baik.

Kamis, 24 Februari 2011

A Bitter Utopia World

Jadikanlah hidupmu seperti air..
Ia dapat memperoleh sesuatu dengan kelembutannya tanpa merusak dan mengacaukan karena dengan sedikit demi sedikit ia bergerak tetapi ia dapat menembus bebatuan yang keras..
Ingat hati seseorang hanya dapat dibuka dengan kelembutan dan kasih bukan dengan paksaan dan kekerasan..
Kekerasan ...hanya menimbulkan dendam dan paksaan hanya menimbulkan keinginan untuk membela diri..
-Lisa Wenas-


I am trying to cheer up my blog but somehow it’s not easy... Tonite I decided to offer Why a chance to go home with DIAM… Though Why did not admit it, it’s clear crystals that she is into him. Father, that’s my own choice, but somehow it really stabbed my heart…

Sebelumnya aku pernah berterus terang mengatakan apa adanya kepada Why. At that time I still believe that there is a utopia world… Dengan berterus terang, aku berharap aku dapat menghapus segala kecurigaanku dan persahabatan kita kembali seperti semula…Why tidak mengerti maksudku berbuat seperti itu dan kurasa Why berpikir sebaliknya… berpikir jelek tentang kejujuranku…. hingga Why agak menjauh. Why mungkin berpikir aku bercerita untuk menghentikan langkahnya.

Actions speak louder than words. But sometimes, actions mean nothing if you don't explain.

Then tonite You put me in that Utopia World… Why telah memberiku kesempatan tuk berdua dg DIAM. Sebagai teman baiknya, tentu aku juga harus berlaku seperti itu… Actions speak louder than words... I gave her that chance tonite, though later there’s something missing in my heart. My heart cried n shouted, while my lip smiled and agreed. Should I go thru all of these?? This Utopia world is still like hell to me now…

Rabu, 16 Februari 2011

Doubt

Masih ingat bagaimana mellow nya aku beberapa hari lalu?? Yah, soal nya aku memang pusing kenapa aku harus terjebak dalam situasi ini?? Yang satu teman baik dalam genk ku, sedang yang lain seseorang yang membuatku tertarik… Aku benar2 terjepit, tidak berdaya melawan ke curigaan ku sendiri, berusaha berbesar hati, tapi susah…. Rasanya tidak tahu harus berbuat apa, dan pingin menghilang saja…
When in doubt, do it. –-Paulo Coelho—

Lalu, aku memberanikan diri berdoa mohon yang terbaik buat semua… tidak peduli bagaimana selanjutnya… ada ketakutan juga bagaimana bila aku yang gigit jari?? Pasti aku susah… tapi, sebaliknya, bila aku seneng, berarti Why yang susah. Aku tidak suka keadaan itu…

I have no idea where I am going
My Lord God, I have no idea where I am going,
I do not see the road ahead of me.
I cannot know for certain where it will end.
Nor do I really know myself,
and the fact that I think I am following your will
does not mean that I am actually doing so.
But I believe that the desire to please you does in fact please you.
And I hope I have that desire in all that I am doing.
I hope that I will never do anything apart from that desire.
And I know that if I do this you will lead me by the right road,
though I may know nothing about it.
I will not fear, for you are ever with me,
and you will never leave me to face my perils alone.
_________________________________
in Thoughts in Solitude by Thomas Merton. Published on February 15, 2011 on Paulo Coelho's blog.


“I will not fear, for you are ever with me, and you will never leave me to face my perils alone.” Benar2 kata-kata yang menentramkan, tapi tidak mudah, beberapa kali aku tiba2 merasa takut dan cemas…. Kemudian aku teringat kata2 ini: “Don’t say that you have a big problem, but say to your problem that you have a big God.”
I trust You, Father!

I know not what the future holds, but I know Who holds the future... --Maria Kristika—

Sabtu, 12 Februari 2011

Crystals

Morning!! Yeah it’s 1 o’clock in the morning… the stories that I wrote the past 2 days are very gloomy. That’s why I wanna brighten my blogs again rite n0w.. But, honestly, somehow I still dunno know wat to write… cos somehow that problem is still there…

Ok, aku kan mulai dengan perkembangan terbaru… Sejak saat aku menegurnya tentang hal itu, Why jadi lebih dekat ke temanku, Arus… Sekarang Arus menjadi seperti penengah buat kami, di adalah penerjemahku, membantuku untuk tidak selalu menaruh kacurigaan ke Why… Aku bersyukur untuk hal ini, sebab sebelumnya Arus cukup sering bermasalah dengan teman2 segenk. Dengan ini, dia mendapat peran penengah, pendamai... Lucu juga.. peran yang ga pernah dia bawakan, biasanya selalu dia yang membuatku pusing dengan menjadikan ku sebagai penengah... sekarang aku yang membuatnya pusing, keadaan berbalik... hahahaha...

Kadang mereka berdua begitu dekat, sampai aku----jujur, pernah merasa tersisihkan----tapi Arus bilang kalau denganku, dia punya banyak waktu... di telepon juga bisa, jadi, tidak apalah, bila saat bersama, dia sering dengan Why. Lagian emang aku dengan Arus sudah berteman 7 tahun...

FINALLY... FINALLY... hari ini laporan bulananku selesai... Hahahaha… siang ini jam 1.30 aku masih berkutat dengan ke tidak balance an. Untunglah aku dapat menyelesaaikan tepat waktunya… sampai Kabagku bilang, wah, wah, klo ga ngepres gak nemu ya?? Aku hanya senyum2 ae. Hehehe… Thank You, akhirnya FINISHED…

Masalah ini memang membuatku jadi tidak dapat bergerak bebas. Kalau aku bilang begini, nanti menyinggung Why... Why juga tampak seperti itu... Ketika aku melihat foto2 kita 3 bulan lalu… Wow, menyenangkan!! Love really complicated things... At that time, it’s purely friendship... No suspicion, no jealousy, purely LAUGH… Waktu aku membaca komen2 kita bersama di FB, I really miss those moments…

Relationships are like crystals, you don’t realize how much you love it until it breaks. – Buscaglia –

Senin, 07 Februari 2011

Kelembutan & Belas Kasih

“Namun bukan aku yang bersalah di sini?? Saat Kamis Putih, dari semua orang yang berada di ruangan itu, hanya satu orang yang layak untuk dibasuh kakinya. Namun justru orang itulah yang membasuh kaki yang lain. Dia layak dilayani, tapi justru melayani orang lain. Kehebatan teladan Yesus adalah beban yang paling berat justru ditanggung oleh orang yang kuat, bukan orang yang lemah. Dia yang tidak bercela justru yang memulai bertindak.
Dan tahukah apa yang terjadi selanjutnya? Yang terjadi adalah, apabila seorang yang benar dengan sukarela membasuh kaki yang tidak benar, kedua belah pihak akan sama2 berlutut. Tidakkah kita semua berpikir bahwa kita yang benar? Oleh karena itu, mari kita saling membasuh kaki.
Mengertilah. Hubungan yang kita jalin dengan seseorang akan semakin kuat bukan karena kesalahan yang dihukum, melainkan karena yang tidak bersalah penuh dengan belas kasihan.”
-Max Lucado, Just Like Jesus–

Haruskah aku mempertahankan hubungan ini?? Rasanya aku pingin hilang saja deh...
Siang ini aku mengatakan sesuatu, kuharap keterbukaan ku hari Minggu dapat diteruskan. But, I am too naive... You are not in a utopia world, Ly! These matters jus cant be dealt that way... I think she think differently... Dia mulai mengatur lagi… ya, tapi aku mengalah deh… Siang ini aku bertekad untuk mulai bertindak, tapi malamnya hal itu benar2 tidak gampang.

Masih ingat dengan aku yang menawarkan diri untuk mengatur kegiatan itu?? Hasilnya hampir sama dengan yang diaturnya oleh nya. Two girls are attracted by the same boy... Though, I am trying so hard to be fair and to keep everything under control, it’s difficult. It’s really like in hell…

One big question in my heart: She (Why) knows my feeling, We are friends, quite a close friend, but how come you (Why) do that?? Why always manages to send me away in a delicate nice way. Tonight somehow Why did it again. My heart has already been so empty…

“While I kept my heart to myself, I never had a single morning of anguish or a single night of insomnia. Since I fell in love, my life has been a sequence of anguish, losses, confusion. I think that God, by using love, managed to hide hell in the middle of Paradise” a comment in Paulo Coelho’s blog -

DIAM is the boy’s nickname. Sometimes I thought you gave more attention towards me, but Why always but in. DIAM still don’t wanna tied up in a relationship. I did not express my feeling much. Whilst, Why did the other way around. You did not response to Why. Sometimes, I thought that somehow you tried to keep a distance towards her. Am I being overconfidence?? Is LETTING GO the answer for me?? How can I keep these gank still united, over all of these matters??

Aku kehilangan buku renungan harianku... Moga2 besok ketemu.. Nite! Kerjaanku masih numpuk tu... Kuamin i kata2 di bawah... Moga2 aku bisa benar2 menerapkan a new level...



“Bila ketulusan sejati terbentuk di hatimu, ketulusan itu juga akan terbentuk di hati orang lain.” - Lao Tzu -